okezoneid – Bagi Gisella Anastasia, Natal bukan cuma soal lampu, pohon pinus, atau kado.
Penyanyi sekaligus figur publik itu melihat Natal sebagai waktu yang lebih dalam. Untuk berhenti sejenak. Mengingat ulang apa saja yang sudah di lalui sepanjang tahun.
Dan yang paling penting, kata dia, untuk bersyukur.
“Kadang kita terlalu sibuk sama rutinitas,” ucap Gisella. Ia mengaku, momen Natal jadi ruang baginya untuk kembali sadar. Bahwa banyak hal sederhana dalam hidup layak di syukuri. Bukan hanya soal pencapaian, tapi juga keberadaan keluarga.
Ruang Refleksi, Bukan Hanya Perayaan
Natal, menurut Gisel, selalu membawa makna refleksi.
Ia tidak bicara soal hal yang besar. Justru hal kecil, kadang menyentuh lebih dalam. Baginya, proses hidup itu membentuk. Termasuk saat harus jatuh, lalu berdiri lagi.
Menurutnya, banyak rintangan yang di hadapi tahun ini dan semuanya memberi pelajaran berharga. Ia menegaskan, rasa syukur adalah sikap yang ingin ia jaga terus. Bahkan ketika keadaan tidak selalu sesuai harapan.
Kebersamaan yang Nggak Harus Mewah
Selain waktu untuk merenung, Gisel melihat Natal sebagai momen bersama keluarga.
Bukan acara besar. Bukan pesta mewah. Cukup berkumpul. Makan bareng. Ngobrol dari hati ke hati.
“Buat saya, itu sudah cukup,” kata dia.
Ia menilai kehadiran orang terdekat justru yang paling memberi kekuatan. Apalagi di masa sekarang, ketika koneksi emosional lebih sulit di bangun karena kesibukan.
Syukur yang Tetap Hidup di Hari Biasa
Lewat Natal, Gisel ingin mengingatkan—rasa syukur itu sebaiknya tidak musiman.
Ia percaya, dengan rasa terima kasih yang konsisten, seseorang bisa menghadapi banyak hal dengan lebih tenang. Tidak mudah goyah.
Ia menuturkan keyakinannya bahwa setiap pengalaman hidup memiliki arti. Selama di jalani dengan sadar, kata dia, apa pun yang terjadi bisa jadi pelajaran.
