okezoneid – Menjelang Lebaran 2026, ada satu tren yang diam-diam naik. Bukan soal tiket mudik. Bukan juga soal harga bahan pokok. Tapi soal ponsel. Tepatnya, ponsel mewah yang di sewa.

Beberapa penyedia jasa penyewaan perangkat premium mengaku kewalahan menerima permintaan. Grafiknya menanjak sejak awal Ramadan, lalu makin terasa ketika hari raya kian dekat. Bukan cuma satu-dua orang. Lonjakannya nyata.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Tapi setiap tahun, skalanya terasa makin besar.

Ponsel-ponsel kelas atas—yang harganya bisa menyentuh belasan hingga puluhan juta rupiah—kini tak selalu di beli. Di sewa saja. Untuk beberapa hari. Cukup untuk momen spesial.

“Biasanya di pakai buat dokumentasi Lebaran, bikin konten, atau sekadar ingin tampil beda saat kumpul keluarga,” kata salah satu pelaku usaha penyewaan perangkat elektronik. Ia menyebut permintaan tahun ini lebih tinggi di banding periode yang sama tahun sebelumnya.

Alasannya sederhana. Lebaran adalah momen visual. Kumpul keluarga. Baju baru. Rumah yang di rapikan. Makanan tersaji penuh warna. Semua ingin di abadikan—dan tentu saja di unggah.

Di situ ponsel premium punya daya tarik sendiri. Kamera lebih tajam. Video lebih stabil. Fitur lebih lengkap. Dalam beberapa hari, orang bisa merasakan pengalaman memakai perangkat kelas atas tanpa harus membelinya.

Sebagian penyewa memang punya kebutuhan praktis. Misalnya untuk membuat konten digital, memotret produk usaha rumahan, atau mengabadikan perjalanan mudik. Tapi ada juga yang jujur saja: ingin tampil lebih percaya diri saat bersilaturahmi.

Dan itu sah-sah saja.

Permintaan musiman seperti ini biasanya muncul saat momen besar. Libur panjang. Tahun baru. Atau hari raya keagamaan. Tapi Lebaran punya daya dorong yang berbeda. Aktivitas meningkat, interaksi sosial melonjak, dan kebutuhan dokumentasi hampir tak terhindarkan.

Pelaku usaha pun tak tinggal diam. Beberapa sudah menambah stok perangkat sejak jauh hari. Model-model terbaru di siapkan. Sistem pemesanan di perketat. Bahkan ada yang menerapkan daftar tunggu untuk tipe tertentu.

Risikonya tentu ada. Perangkat mahal berarti biaya perawatan dan jaminan keamanan juga tinggi. Tapi sejauh ini, pasar masih menjanjikan.

Di balik tren ini, ada gambaran perubahan pola konsumsi teknologi. Tidak semua orang merasa perlu memiliki. Mengakses sudah cukup. Menggunakan sebentar, lalu mengembalikan. Fleksibel. Praktis. Dan sering kali lebih masuk akal secara finansial.

Lebaran 2026 masih menghitung hari. Tapi satu hal sudah terlihat jelas: selain baju baru dan kue kering, ponsel mewah pun kini ikut jadi bagian dari persiapan hari raya.

Sementara sebagian orang sibuk memilih model pakaian, sebagian lain sibuk memilih model smartphone—untuk di sewa. Hanya beberapa hari. Tapi cukup untuk momen yang, bagi banyak orang, terasa sangat berarti.