okezoneid.com – Belakangan ini, obrolan soal energi mulai sering muncul. Bukan cuma di level negara, tapi sampai dapur rumah. Gas, listrik—semuanya terasa makin “berharga”.
Di situ, Chef Gun ikut angkat suara. Bukan bicara soal menu mewah atau teknik rumit, tapi hal yang lebih dekat: bagaimana cara pakai LPG supaya tidak cepat habis.
Dan ternyata, banyak yang sebenarnya bisa di hemat. Tanpa ribet.
Salah satu yang paling sering di anggap sepele—api kompor. Banyak orang cenderung langsung pakai api besar, seolah itu otomatis mempercepat masak. Padahal tidak selalu begitu. Api terlalu besar justru sering “terbuang” ke samping, tidak semuanya kena ke panci.
Jadi bukan soal besar, tapi pas.
Chef Gun menyarankan menyesuaikan api dengan kebutuhan. Kedengarannya sederhana, tapi efeknya terasa. Sedikit demi sedikit, konsumsi gas bisa di tekan.
Lalu soal alat masak. Ini juga sering luput.
Panci atau wajan yang bisa menghantarkan panas dengan baik akan membantu masakan matang lebih cepat. Artinya, waktu di atas kompor lebih singkat. Dan kalau waktunya singkat, gas yang di pakai juga ikut berkurang.
Masuk akal, sebenarnya.
Hal lain yang sering di abaikan: tutup panci. Banyak yang memasak tanpa menutup, padahal panas jadi cepat keluar. Akibatnya, butuh waktu lebih lama untuk mencapai suhu yang sama.
Kalau di tutup, panas “terkunci”. Proses jadi lebih cepat. Gas pun lebih hemat.
Lalu ada soal persiapan. Ini bukan soal teknis kompor, tapi kebiasaan.
Bahan yang belum siap—masih di potong saat kompor sudah menyala—itu tanpa sadar membuang waktu. Api tetap hidup, tapi masakan belum benar-benar di mulai. Di situlah gas terpakai tanpa hasil.
Jadi, menyiapkan bahan di awal ternyata bukan cuma soal rapi, tapi juga soal efisiensi.
Terakhir, kondisi kompor itu sendiri. Kalau kotor atau tidak berfungsi optimal, pembakaran tidak sempurna. Api bisa tidak stabil, bahkan tidak maksimal panasnya.
Dan kalau panasnya tidak maksimal, waktu memasak jadi lebih lama.
Ujungnya sama: gas lebih boros.
Semua tips ini terdengar kecil. Bahkan mungkin terlalu sederhana. Tapi kalau di kumpulkan, dampaknya terasa.
Di tengah isu krisis energi yang makin sering di bahas, cara-cara seperti ini jadi relevan lagi. Bukan solusi besar, tapi langkah kecil yang bisa langsung di lakukan—mulai dari dapur sendiri.
