okezoneid – Menjelang ritual tahunan mudik—yang selalu datang dengan jutaan kendaraan dan kesibukan yang sama padatnya—imbauan dari pucuk pimpinan lalu lintas kembali terdengar. Kepala Korps Lalu Lintas Polri meminta jajarannya untuk tidak hanya “bertugas,” tetapi hadir dengan cara yang lebih humanis. Lebih ikhlas. Dua kata yang kadang terdengar sederhana, tapi justru paling sulit di jalankan ketika panas, macet, dan tekanan lapangan datang bersamaan.

Instruksi itu di sampaikan dalam rangka persiapan arus mudik, yang sudah pasti akan menjajal ketahanan petugas maupun pemudik. Kakorlantas menekankan bahwa pelayanan yang baik—senyum, sapaan, sedikit pengertian—kadang bisa membuat perjalanan panjang warga terasa setengah lebih ringan.

Ia menegaskan, tugas petugas bukan hanya mengatur lalu lintas atau meniup peluit di tengah antrean kendaraan yang seperti tidak bergerak. Ada banyak hal kecil yang sering di lupakan: membantu pengendara yang ban mobilnya kempes. Memberi arah kepada keluarga yang tersesat jalur, atau sekadar menenangkan pemudik yang mulai frustrasi di tengah kemacetan.

Pendekatan humanis ini, kata Kakorlantas, juga menjadi cara untuk merawat kepercayaan publik. Bahwa aparat tidak berdiri berjarak, melainkan hadir untuk memastikan orang-orang bisa pulang ke kampung halaman dengan lebih aman dan lebih tenang.

Harapannya jelas: seluruh personel turun ke lapangan dengan rasa tanggung jawab yang bukan datang dari seragam saja. Tapi dari kesadaran bahwa arus mudik adalah momen penting bagi banyak orang. Bila semua berjalan sesuai harapan, perjalanan Lebaran tahun ini bisa sedikit lebih tertib, sedikit lebih lancar, dan semoga jauh lebih manusiawi.