okezoneid.com – Belum ada yang mampu menjatuhkan Pelita Jaya musim ini. Sampai pekan terbaru Indonesian Basketball League (IBL) 2026, tim asal Jakarta itu masih berdiri tanpa noda. Nol kekalahan. Dan angka di kolom klasemen berbicara cukup jelas: mereka di puncak.
Bukan cuma soal menang. Cara mereka menang juga terasa meyakinkan. Sejak tip-off kuarter pertama, Pelita Jaya kerap langsung menekan. Unggul cepat. Lalu menjaga jarak itu sampai buzzer terakhir berbunyi. Ada disiplin di sana. Ada ritme yang terjaga. Dan yang tak kalah penting, kontribusi yang datang dari berbagai arah, bukan hanya satu-dua nama.
Rangkaian kemenangan yang mereka kumpulkan membuat perolehan poinnya melampaui para pesaing. Sementara tim lain masih terpeleset di beberapa laga, Pelita Jaya relatif stabil. Di kandang solid. Tandang pun tetap galak. Permainan bertahan rapi, transisi cepat, eksekusi serangan lebih sabar. Kombinasi yang, sejauh ini, cukup untuk menjaga mereka tetap di atas.
Dalam beberapa laga terakhir, pola itu terlihat konsisten. Mereka memimpin lebih dulu, mengendalikan tempo, dan tak memberi ruang terlalu lebar bagi lawan untuk bangkit. Bukan berarti tanpa tekanan. Tapi saat momen genting datang, keputusan-keputusan di lapangan tampak lebih matang. Koordinasi antarpemain terasa menyatu—seolah sudah hafal betul ke mana bola harus bergerak.
Sang pelatih tak mau larut dalam euforia. Fokusnya, kata dia, sederhana tapi berat: menjaga stabilitas permainan dan kebugaran pemain sepanjang musim reguler. Kompetisi masih panjang. Jadwal padat. Cedera bisa datang kapan saja. Dan satu kekalahan saja bisa mengubah momentum. Itu yang coba di antisipasi sejak sekarang.
Sementara itu, tim-tim lain tak tinggal diam. Beberapa mulai memperbaiki rotasi, memperkuat pertahanan, mencari celah untuk menghentikan laju Pelita Jaya. Persaingan belum selesai. Justru mungkin baru mulai memanas seiring jumlah pertandingan bertambah.
Status belum terkalahkan memang memberi posisi yang nyaman. Tapi di liga seperti IBL, kenyamanan bisa cepat berubah jadi ujian. Pelita Jaya tahu itu. Mereka di atas sekarang, iya. Pertanyaannya tinggal satu: sampai kapan?
