okezoneid.com – Bukan hasil yang diharapkan, tapi bukan juga akhir dunia.

Tim putri Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang di laga pamungkas fase grup Badminton Asia Team Championships 2026. Skor? Tak terlalu penting sekarang. Yang jelas, hasilnya: kalah. Dan dengan itu, Indonesia resmi finis sebagai runner-up grup.

Jepang memang bukan lawan enteng. Itu sudah diperkirakan sejak awal. Tapi tetap saja, tiap reli, tiap poin krusial, jadi bukti bahwa jarak antara menang dan kalah itu tipis. Sangat tipis. Ada partai yang nyaris dimenangkan, ada momen yang bisa saja berubah arah—tapi tidak.

“Banyak pelajaran dari sini,” ujar salah satu pelatih usai laga. Wajahnya datar. Campuran antara kecewa dan realisme.

Evaluasi langsung mengarah ke soal mental dan konsistensi. Terutama di fase-fase akhir gim. Beberapa pemain sempat unggul, tapi penyelesaian kurang tenang. Lawan? Klinis. Jepang tahu kapan harus menekan. Dan kapan harus menutup gim.

Meski begitu, turnamen belum selesai. Indonesia tetap lolos ke fase gugur. Ya, jalurnya mungkin jadi lebih berat—tergantung undian. Tapi langkah masih panjang. Dan yang dibutuhkan sekarang bukan penyesalan, melainkan kesiapan.

BATC kali ini bukan sekadar turnamen rutin. Buat tim putri Indonesia, ini ajang uji nyali. Uji kualitas. Uji kesiapan untuk menghadapi Asia—wilayah yang tak pernah kehabisan kekuatan besar di bulu tangkis.

“Jepang itu benchmark. Kita harus bisa tembus batas itu,” kata staf pelatih lainnya, sembari mencatat poin-poin kritis dari pertandingan tadi.

Kini, semua mata tertuju pada fase berikutnya. Siapa lawan di perempat final? Masih menunggu. Tapi apapun hasil undian nanti, satu hal jelas: kalau mau melangkah lebih jauh, performa harus naik. Harus.

Runner-up grup? Ya. Tapi semangat? Tidak runner-up. Tim putri Indonesia masih dalam perburuan. Belum selesai.