okezoneid.com – Dalam sidang kabinet yang di gelar di Istana Negara, Presiden Prabowo menyampaikan kegelisahannya. Ia tak menyebut nama, tapi jelas arah kritiknya: ada yang, menurutnya, tak suka melihat Indonesia berdiri tegak dan mandiri, terutama soal bencana di Sumatra.

Ada nada serius dalam suara Presiden Prabowo saat ia berbicara di hadapan para menteri. Topiknya bukan hal baru—banjir dan longsor di Sumatra—tapi yang jadi sorotannya adalah reaksi dan narasi yang berkembang belakangan ini.

Dengan gestur tegas, Prabowo menekankan bahwa negara tak tinggal diam.“Dari awal insiden, ribuan aparat segera di terjunkan ke titik kejadian,” tuturnya. ucapnya dalam forum kabinet paripurna itu.

Ia tak menutupi kekecewaannya. Menurutnya, ketika aparat sudah berjibaku di medan bencana, ada saja pihak yang justru sibuk menyebar narasi negatif. Dan bukan cuma dari dalam negeri, ia menduga ada campur tangan kekuatan asing yang, sejak lama, tak senang melihat Indonesia jadi negara yang kuat.

“Ada kelompok yang punya agenda. Bisa politik, bisa yang lain. Tapi intinya, mereka tak ingin kita solid,” kata Prabowo.

Ia pun menyinggung wacana soal status bencana nasional. Buatnya, itu bukan yang utama. Yang terpenting, kata dia, negara sudah hadir dan bekerja. “Semua sudah di kerahkan—logistik, heli, pesawat, tenaga. Tapi yang muncul di media sosial malah tuduhan,” ucapnya sembari menahan nada geram.

Baginya, ini bukan sekadar soal kritik. Narasi yang salah arah, menurutnya, bisa merusak kepercayaan rakyat terhadap negara di saat mereka sedang paling rentan.