BNPB bilang korban meninggal di Sumatera udah lewat seribu. Banyak juga yang masih dicari. Banjir dan longsor di tiga provinsi jadi bencana paling parah bulan ini.

JAKARTA — Jumlah korban makin naik. BNPB catat, sampai Minggu pagi, udah 1.006 orang meninggal. Itu belum termasuk 217 orang yang belum ketemu.

Aceh paling parah. Banyak desa kebanjiran. Di beberapa tempat, jalan putus, jembatan hilang, susah di jangkau. Sumut dan Sumbar juga nggak kalah parah. Banyak warga bilang air datang cepat banget, malam-malam.

Tim SAR masih nyari. Tapi hujan belum berhenti. Lumpur di mana-mana. Banyak rumah udah rata sama tanah. Di beberapa lokasi, pencarian cuma bisa pakai tangan karena alat berat belum bisa masuk.

Warga juga banyak yang ngungsi. Ada yang di tenda, ada yang tinggal di sekolah. Belum semua dapat bantuan. Akses terputus. Mobil logistik muter jauh. Sebagian bantuan harus di angkut jalan kaki.

BNPB bilang data terus berubah. Sebelumnya yang hilang lebih banyak. Tapi setelah di cek ulang, sekarang sisa 217 orang yang belum di temukan. Proses pencocokan identitas masih jalan.

Nggak cuma korban jiwa, tapi kerusakan juga luas. Ribuan rumah rusak. Sekolah dan puskesmas banyak yang tutup. Fasilitas umum lumpuh. Banyak warga bingung mau tinggal di mana.

Pemerintah janji akan kirim bantuan lebih cepat. Tapi di lapangan, belum semua lancar. Yang paling di butuhin sekarang: makanan, air bersih, selimut, dan obat. Banyak pengungsi yang mulai sakit karena cuaca dingin dan tempat tidur seadanya.